Sinergi ATR/BPN dan Akademisi: Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan Beri Pembekalan KKN Tematik UIN Gus Dur

Sinergi ATR/BPN dan Akademisi: Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan Beri Pembekalan KKN Tematik UIN Gus Dur

Spread the love

Minggu, 12 Oktober 2025 Sinergi antara instansi pemerintah dan dunia akademis kembali terwujud dalam kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi dan Pertanahan bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, Joko Wiyono, menjadi salah satu pemateri.

Pembekalan ini bertujuan membekali mahasiswa UIN Gus Dur dengan wawasan komprehensif terkait isu pertanahan dan kaitannya dengan ekologi serta nilai-nilai spiritual sebelum mereka terjun ke masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai kebijakan dan implementasi pertanahan di wilayah kota Pekalongan, menekankan pentingnya peran serta mahasiswa dalam sosialisasi program strategis Kementerian ATR/BPN.

Tidak hanya dari Kantah Kota Pekalongan, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari jajaran Kementerian ATR/BPN Pusat, yakni perwakilan dari Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah serta Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang. Kehadiran mereka memberikan perspektif kebijakan nasional mengenai bidang pertanahan dan tata ruang. Melengkapi jajaran pemateri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan turut hadir, memberikan wawasan seputar dinamika pertanahan di Wilayah Kabupaten. Kolaborasi para pemateri dari berbagai lini ini diharapkan mampu memberikan bekal yang holistik dan komprehensif bagi para peserta KKN.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan UIN Gus Dur melalui KKN Tematik ini. Mahasiswa adalah agen perubahan. Dengan bekal Ekoteologi dan Pertanahan, mereka diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan isu-isu agraria dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan nilai kearifan lokal,” ujar Joko Wiyono di sela-sela acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *