GUBERNUR DIMINTA ADIL DALAM MENYELESAIKAN SITUS CAGAR BUDAYA GAYO DI BENDUNGAN KEUREUTO 

- Penulis

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus muliara

Bener meriah suaraaktivis.com Agus Muliara, domisioner Ketua Umum HMI Cabang Takengon, kembali buka suara terkait penyelesaian persoalan makam kuno Gayo di proyek Bendungan Krueng Keureuto.

Menurut informasi, akan ada pertemuan dengan gubernur Aceh usai lebaran idul adha mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu kami meminta kepada Pemerintah Provinsi untuk adil dan akomodatif bagi semua pihak dalam menyelesaikan persoalan Situs Cagar Budaya Kabupaten Bener Meriah ini” ujar Agus Muliara, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/06).

Agus menyampaikan, jika Pemerintah Provinsi sewenang-wenang mengambil keputusan sendiri terkait penyelesaian Makam ini maka gesekan sosial bisa saja terjadi, karena Makam bersejarah ini sudah ditetapkan secara hukum sebagai Situs Cagar Budaya Kabupaten Bener Meriah.

Dalam hal ini, jangan sampai ada perlakuan tidak adil untuk semua pihak, potensi gesekan sosial sebagaimana yang terjadi dalam Tragedi Situs Mbah Priok Jakarta di tahun 2010 bisa terjadi kembali.

 

“3 poin tuntutan ahli waris dan seluruh pihak di Gayo tidak akan pernah berubah” kata Agus lagi. 1 Poin sudah direalisasikan oleh Pemda Bener Meriah, dan kami apresiasi setinggi-tingginya untuk itu.

Kami berharap janji yang sudah dituangkan oleh semua pihak dalam beberapa kesepakatan upaya penyelesaian beberapa waktu yang lalu, dipegang teguh oleh semua pihak, khususnya Pemda Bener Meriah, BWS dan PT. Brantas Abipraya.

Sekarang tinggal opsi yang No 2 dan 3 dari tuntutan yang perlu diselesaikan oleh BWS dan PT. Brantas Abipraya

 

“Sekali lagi kami meminta agar pemerintah berlaku adil dalam menyelesaikan, melindungi dan mempertahankan Situs Cagar Budaya bersejarah ini, kami berharap agar opsi sebagaimana yang diterapkan di Situs Candi Muara Takus bisa ditiru juga di Bendungan Keureuto ini.

Artinya Bendungan tetap dibangun, Situs Cagar Budaya juga harus bisa terus dipertahankan, demi peradaban dan pembangunan karakter generasi Aceh dimasa mendatang.

Sultan Iskandar Muda, Sultan Iskandar Tsani, dan Ratu Safiatuddin adalah mereka-mereka adalah Sultan yang mentasbihkan dirinya sebagai Sultan penjaga Makam Leluhur yang sunyi, dan dimasa mereka tidak boleh ada Makam Leluhur yang dirusak.

Jangan sampai di kepemimpinan PJ Gubernur Bustami yang singkat ini, warisan sejarah dan peradaban Aceh yang sangat berharga ini dihancurkan secara tidak bertanggungjawab atas nama pembangunan” tegas Agus muliara.

 

Red

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suaraaktivis.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPC PPWI OKI Bersama Pengurus dan Anggota Ucapkan Selamat Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2026
Ketua Forum Aktivis Karawang, Mr. Kim (Nurdin Syam): Rakyat Bersatu Tolak Oligarki Masuk Kampung
Wawan Aktivis @bekasi_menggugat Bebas Hari Ini, Massa Solidaritas Akan Sambut di Lapas Salemba
Mahasiswa Hukum Tata Negara: Ada Apa di Balik Konflik Ketua DPRA dan Sekda Aceh?
Pelajaran Hukum dari Aceh Tengah: Penggiat Sosial Media Jangan Salah Paham
Mahasiswa Desak KPK Periksa Kadis PUPR Aceh: Dugaan Proyek Multiyears Bermasalah
Agus Muliara Apresiasi Deklarasi dan Dialog Kebangsaan Aliansi Mahasiswa Nusantara di 15 Provinsi
AMAN Wilayah Papua Gelar Diskusi Publik di Seruput Kopi Dangdut: Dukung Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:33 WIB

Ketua DPC PPWI OKI Bersama Pengurus dan Anggota Ucapkan Selamat Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:18 WIB

Ketua Forum Aktivis Karawang, Mr. Kim (Nurdin Syam): Rakyat Bersatu Tolak Oligarki Masuk Kampung

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:01 WIB

Wawan Aktivis @bekasi_menggugat Bebas Hari Ini, Massa Solidaritas Akan Sambut di Lapas Salemba

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:42 WIB

Mahasiswa Hukum Tata Negara: Ada Apa di Balik Konflik Ketua DPRA dan Sekda Aceh?

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:46 WIB

Pelajaran Hukum dari Aceh Tengah: Penggiat Sosial Media Jangan Salah Paham

Berita Terbaru