Uyem Te Sahen Empue

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh : SADIKIN ARISKO

Langis Berperah Dewe Mu Ton

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari ini kita bukan berbicara tari Saman, didong dan tari guel di atas panggung.

Kita berdiri karena saman yang sebenarnya sedang dimainkan di hutan kita ber didong di antara lukanya pohon pinus, dan kita sedang memainkan tari guel di antara tahah Gayo yang sudah di klaim milik entah siapa.

 

Dahulu nenek moyang kita menyebut tanah ini Tanah Gayo yang kaya

Kaya bukan karena tekhnologi, bukan karena gedung.

Kaya karenauyem, kupi, bako tiga simbol yang menjaga kehidupan kita.

 

Uyem _damar/pinus, berdiri tegak seperti Pang lima yang menjaga adat.

Daunnya berbisik dengan angin: desar desur

Itulah Desur ni uyem. Suara alam yang bercerita tentang keagungan, tentang kokohnya akar, tentang rindangnya kasih sayang antara manusia dan hutan.

 

Kupi _kopi Gayo, menjadi nama kita sampai ke ujung dunia.

Bako_ tembakau, menjadi napas kehidupan tanah Gayo di masa lampau

 

Tiga itu adalah _simbul hidup_. Bukan hiasan dinding, bukan kata-kata di spanduk HUT.

 

Tetapi sekarang

Di mana uyem yang dulu setinggi doa?

Yang tersisa hanya batang kurus,

Yang terdengar bukan lagi desir daun, tapi tak-tak-tak kapak, yang melukai pohon

 

Mereka bilang, “Itu bukan hutan kalian lagi. Itu sudah ada aturan. Ada pemilik.”

Sejak kapan Tanah Gayo bukan milik orang Gayo?

Sejak kapan kita menjadi tamu di rumah sendiri?

 

Sementara banyak yang berkata: “Suku Gayo itu seperti pinus. Akarnya dalam, batangnya lurus, puncaknya menyapa langit.”

Jika pinusnya ditebang, apa lagi yang tersisa

Jika hutan habis, kepada siapa kita bersumpah menjaga alam?

 

Pertanyaannya

 

Kemana perginya pohon besar itu?

Siapa yang memetiknya dan membawa pergi?

Mengapa aturan di sana lebih tajam dari pedang berkuci

Dan apakah “uyem” kini hanya tinggal kata, tinggal syair, tinggal kenangan?

 

Wahai pemegang kebijakan, wahai pemegang pena dan stempel,

Sampai kapan kalian menjajah dan menindas kami

 

Kami tidak melawan kemajuan.

Kami melawan lupa.

Kami melawan pengkhianatan terhadap tanah yang telah menyusui kita.

 

Kita harus sadar

 

Jika hutan mati, adat mati.

Jika adat mati, Gayo juga hilang.

Dan jika Gayo hilang, jika Gayo hilang bagaimana nanti??!

 

Kembalikan Desur ni uyem!

Kembalikan suara hutan kami!

Kembalikan Gayo kepada orang Gayo!

Gayo harga mati!

 

(Sk)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suaraaktivis.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengusulan Verifikasi Formasi JFPR Sementara Dilakukan Melalui Email
🇮🇩 Dirgahayu TNI ke-81: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat
Diklat PPNS Penataan Ruang 2026 Perkuat Garda Penegakan Hukum Penataan Ruang
Batik Lestari, Identitas Indonesia: Selamat Hari Batik Nasional 2026
Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti
Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat
Di Tengah Kesibukan, Warga Manfaatkan PELATARAN untuk Urusan Pertanahan saat Akhir Pekan
Kementerian ATR/BPN Ucapkan Selamat HUT ke-81 TNI: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:33 WIB

Pengusulan Verifikasi Formasi JFPR Sementara Dilakukan Melalui Email

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:32 WIB

🇮🇩 Dirgahayu TNI ke-81: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:30 WIB

Diklat PPNS Penataan Ruang 2026 Perkuat Garda Penegakan Hukum Penataan Ruang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Batik Lestari, Identitas Indonesia: Selamat Hari Batik Nasional 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti

Berita Terbaru

Uncategorized

Pengusulan Verifikasi Formasi JFPR Sementara Dilakukan Melalui Email

Selasa, 6 Okt 2026 - 03:33 WIB

Uncategorized

Batik Lestari, Identitas Indonesia: Selamat Hari Batik Nasional 2026

Selasa, 6 Okt 2026 - 03:20 WIB