Taruna/i STPN 2026 Ikuti Latsardis di Rindam IV/Diponegoro, Penguatan Karakter demi Modal Pendidikan dan Terjun ke Lapangan

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 02:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Magelang – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta menggelar acara Penutupan Latihan Dasar Kedisiplinan (Latsardis) Taruna Prodi Sarjana Terapan STPN Tahun 2026, di Lapangan Resimen Induk Kodam (Rindam) IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (06/02/2026). Komandan Rindam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, menjelaskan 396 Taruna/i STPN Yogyakarta yang mengikuti Latsardis ini dibina dengan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menekankan kedisiplinan dan akhlak yang baik sebagai Taruna/i.

“Tujuannya pelatihan kedisiplinan dan akhlak baik ini agar para Taruna/i menjalankan pendidikannya hingga saat di lapangan kelak dengan baik. Jika mengalami rintangan di jalan, dapat bertahan dan menganggap itu tantangan, bukan hambatan semata,” terang Danrindam IV/Diponegoro dalam keterangannya saat Penutupan Latsardis Taruna Prodi Sarjana Terapan STPN Tahun 2026.

Pada tahun 2045, Indonesia mendapat bonus demografi yang besar. Bonus demografi ini adalah fenomena di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar daripada penduduk usia nonproduktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Brigjen TNI Hindratno Devidanto menyebut, potensi besar itu perlu didukung sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, baik bekal pengetahuan maupun disiplin mental dan daya juang yang tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk melatih disiplin dan daya juang tinggi ini, kami atur kegiatan mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi. Kemudian, bagaimana sikap saling menghargai, solidaritas, kekompakan, kepercayaan diri. Tujuannya adalah agar Taruna/i dapat menjalankan pendidikannya dengan baik,” harap Danrindam IV/Diponegoro.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STPN, Sri Yanti Achmad, mengungkapkan bahwa Taruna/i telah melaksanakan serangkaian Latsardis sejak Senin-Jumat, 2 sd 6 Februari 2026. “Jadi kami harapkan setelah mereka mengikuti Latsardis ini, mereka mempunyai karakter yang kuat berupa integritas yang tangguh, kepemimpinan yang baik. Didukung oleh kompetensinya yang tak kalah penting sehingga setelah mereka selesai, mereka bisa mengabdikan diri, bekerja dengan lebih baik lagi,” ujar Sri Yanti Achmad.

Taruna/i STPN 2026 ini merupakan aset punggawa pertanahan dan tata ruang di masa yang akan datang. Dalam proses pembelajaran, kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu bekal penting yang harus dimiliki oleh setiap Taruna/i. “Dalam Latsardis ini, mereka juga berlatih dalam pemecahan masalah, ini salah satu hal yang juga penting untuk bekal pendidikan setelah Latsardis, atau bahkan saat sudah terjun ke lapangan,” terang Sri Yanti Achmad.

Selama empat hari Latsardis, Taruna/i STPN mendapatkan beragam pelatihan. Mulai dari penanaman wawasan kebangsaan, Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), yaitu ketentuan tata cara hidup sehari-hari bagi para Taruna/i, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), deradikalisme, kepemimpinan dan pemecahan masalah, kelangsungan hidup, dan lain sebagainya. Latsardis secara resmi dibina oleh pelatih dari Bintara dan Perwira Rindam IV/Diponegoro.

Salah satu peserta Latsardis, Gabriel Nametaka Harap (18) menceritakan pengalamannya saat mengikuti Latsardis. Sebagai taruna baru di prodi Survei, Pengukuran dan Informasi Pertanahan (SPIP), ia sudah bertekad sejak awal untuk ikut mendukung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan berkarier di bidang pertanahan.

“Saya terinspirasi dari kakak saya yang bekerja di BPN, agar fokus dengan karir saya ke depan makanya saya memilih STPN. Harapan saya setelah latsar ini, saya bisa lebih disiplin lagi, taat waktu karena itu yang terpenting, jadi saya bisa menempuh studi dan mengatur kegiatan dengan lebih baik,” pungkas taruna asal Kalimantan Tengah tersebut. (AR/SV)

*Humas Kantor Pertanahan Kota Pekalongan*

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suaraaktivis.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERSIAPAN PENILAIAN OPINI PUBLIK TAHUN 2026 OLEH OMBUDSMAN RI
Dua Ranperda RTRW di Provinsi NTT Memasuki Tahap Pembahasan Lintas Sektor
FAQ Layanan Pengukuran Terjadwal
Lewat Digitalisasi Layanan Urus Surat Tanah jadi Lebih Cepat, Praktis, dan Transparan
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan
Serah Terima Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan BPSDM Kementerian ATR/BPN
Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti
Awalnya Ragu, Masyarakat Buktikan Pengukuran Terjadwal Tidak Membuatnya Menunggu dalam Ketidakpastian
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:38 WIB

PERSIAPAN PENILAIAN OPINI PUBLIK TAHUN 2026 OLEH OMBUDSMAN RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Dua Ranperda RTRW di Provinsi NTT Memasuki Tahap Pembahasan Lintas Sektor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:14 WIB

FAQ Layanan Pengukuran Terjadwal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Lewat Digitalisasi Layanan Urus Surat Tanah jadi Lebih Cepat, Praktis, dan Transparan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:05 WIB

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Berita Terbaru

Uncategorized

PERSIAPAN PENILAIAN OPINI PUBLIK TAHUN 2026 OLEH OMBUDSMAN RI

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:38 WIB

Uncategorized

FAQ Layanan Pengukuran Terjadwal

Jumat, 9 Okt 2026 - 05:14 WIB