JAKARTA – Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar rapat bersama puluhan pimpinan kampus dari seluruh Indonesia pada Kamis (10/9/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat pembuatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar masyarakat dan pengusaha makin mudah mengurus perizinan berusaha di berbagai daerah.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menjelaskan bahwa kerja sama dengan pihak kampus sangat penting. Langkah ini diambil untuk mengatasi tingginya kebutuhan penataan wilayah, mengingat jumlah penduduk yang terus bertambah sementara ketersediaan lahan makin terbatas.
Ossy menyebutkan bahwa pemerintah memiliki target besar untuk menyelesaikan 1.703 dokumen tata ruang hingga tahun 2028. “Tahun 2026 ini menjadi titik awal percepatan dengan penyelesaian 500 RDTR,” ujarnya. la juga menyampaikan pesan khusus dari Menteri ATR/Kepala BPN agar seluruh proses pekerjaan ini dilakukan dengan jujur, terbuka, dan sesuai aturan hukum. Mengingat program ini menggunakan anggaran negara yang besar, setiap tahapan pelaksanaannya harus diawasi dengan ketat agar terhindar dari penyelewengan keuangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca selengkapnya di tataruang.atrbpn.go.id
#Dirjen Tata Ruang
#Bersama Menata Ruang

















